Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Hidup yang dibagikan sebagai berkat

sebuah kedai di sekitar Kastil Gandolfo, Roma  Yohanes 6:1-15 Adalah sebuah kisah yang amat dikenal dalam Kitab Suci: Yesus mengetengahkan kepada kita sebuah situasi konkrit manusiawi bahwa mereka yang berbondong-bondong mengikuti Yesus membutuhkan makan. Kebutuhan akan makanan adalah sebuah kebutuhan primer manusia yang mutlak harus dipenuhi. Kebutuhan akan makanan juga bisa kita perluas arti atau maknanya bukan sekedar kebutuhan akan makanan jasmani, tetapi juga kebutuhan akan makanan rohani. Semua dari kita jelas masih harus mengusahakan untuk memenuhinya, setiap hari, baik itu yang jasmani maupun yang rohani. Tetapi bagaimana dengan mereka yang tidak mampu atau mengalami kesulitan untuk mencukupkan kebutuhan makanan mereka. Entah karena secara jasmani mereka sakit, tidak punya pekerjaan, miskin, dst. Maupun mereka yang mengalami kelaparan secara rohani. Mereka yang sedang bermasalah dengan pribadinya, karena ketertutupannya sendiri, karena keegoisannya. Mereka yang diterlan...

Belas Kasih-Nya menyembuhkan

Matius 9:32-38 Injil Tuhan pada hari ini menawarkan dua pengajaran mendasar bagi kita: Pertama adalah ajaran belas kasih. Rasa belas kasih Yesus tampak dalam empat mujizat yang berturut-turut: Yesus membangkitkan orang mati, memulihkan orang sakit pendarahan, menyembuhkan orang buta, dan kini Ia menyembuhkan orang bisu. Sikap belas kasih yang diteladankan Yesus bagi kita amatlah konkrit, yaitu menerima semua orang apa adanya, bahkan mereka yang berada di ambang batas kehidupannya. Dikisahkan bahwa ada orang yang membawa seorang bisu yang kerasukan setan. Belas kasih yang bersumber dari salib Yang kedua adalah sikap murah hati. Sikap murah hati dapat kita rasakan melalui prinsipnya yang kokoh untuk tidak pernah berhenti berbuat baik, meski dihadapkan pada cibiran dan cercaan. Kita bisa mencermati dua tanggapan atau reaksi mereka di hadapkan pada mukjizat, Yesus yang menyembuhkan orang bisu: antara KAGUM DAN MENCIBIR. Kita tahu bahwa setelah setan itu diusir, orang itu dapat berbicar...