Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Berjuang dan berkorban

Yoh 10:22-30 Sabda Tuhan setiap saat senantiasa mngarahkan kita para pembaca dan pendengarnya, pada luhurnya nilai pengurbanan diri. Marilah kita selalu belajar dari Yesus yang mengurbankan dirinya bagi kita. "Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku" (Yoh 10:28). Dalam Kisah Para Rasul, Lukas juga menasihatkan bahwa Para Rasul yang menderita penganiayaan tetapi tetap berani mewartakan Injil. "Banyak saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. ... mereka ini memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. Tangan Tuhan menyertai mereka" (cf. Kis 11:19-26). Kita tahu bahwa pada waktu itu orang-orang Yahudi menghadapi Yesus dengan sikap bimbang, penasaran dan ragu. Seakan mereka tidak pernah melihat Yesus berkarya atau mendengar Yesus mengajar. Mereka lalu mendatangi Yesus, mendesak Dia untuk segera menyingkapk...

Belajar dari kepemimpinan Yesus

Yoh 10:1-10 Yesus menggunakan perumpamaan pintu untuk mejelaskan diriNya sebagai Gembala yang menuntun para domba masuk dalam rumah surgawi. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu”. Mengapa Yesus memilih pintu dalam perumpamaanNya? Kita tahu bahwa pintu berarti tempat kita keluar masuk suatu ruangan. Pintu adalah penghubung antara suatu ruangan dengan ruangan yang lain. Pintu juga diartikan sebagai suatu legalitas. Kalau kita melewati pintu berarti kita masuk secara ”resmi” kita aman dan diakui keberadaan kita. Jika hari ini Yesus menyebut diri sebagai pintu, ini berarti Yesuslah penghubung sekaligus legalisasi atau jalur yang aman bagi kita untuk menuju ke Bapa di surga. Yesuslah kebenaran dan jalan keselamatan bagi kita. Selain itu, sebagai gembala yang baik, Yesus sungguh dekat dengan kita para domba-Nya. Ia mengenal satu demi satu domba-domba-Nya. Ia pun hafal nama kita masing-masing. Ia akan menuntun kita satu per satu keluar menuju keselama...

Minggu Panggilan 2016

Minggu Paskah IV,  Kis 4:8-12; 1 Yoh 3:1-2; Yoh 10:11-18 Rasanya cepat sekali, kita hari ini sudah memasuki Hari Minggu Paskah ke-IV. Sebuah hari Minggu yang didedikasikan oleh Gereja Katolik sebagai Hari Minggu panggilan atau hari Minggu Gembala Baik. Sebuah hari Minggu yang dikhususkan untuk mendoakan dan meneguhkan panggilan kita masing-masing baik sebagai imam, religius dan juga seluruh awam umat beriman. Kita semua harus meyakini bahwa bentuk panggilan apa pun, entah menjadi imam, bruder, suster, selibater, atau menikah dalam keluarga, semuanya adalah panggilan suci untuk semakin dekat dengan Kristus, Sang Gembala Baik. Maka tidak dipungkiri bahwa semua bentuk panggilan dalam Gereja bersifat ambil bagian dalam kesempurnaan penyerahan diri dan pengorbanan Sang Gembala Baik, Yesus Kristus itu. Hanya dengan bersatu dengan Kristus, entah sebagai imam, biarawan atau biarawati ataupun hidup berkeluarga, seseorang disucikan dan menemukan identitasnya yang sejati dan suci. Sabda Tuha...