Langsung ke konten utama

Memilih Berarti juga Meninggalkan


Ef. 4:1-7,11-13; Mat. 9:9-13

Matius Rasul, dalam Perjanjian Baru dikenal sebagai: anak Alfeus. Tiga Injil pertama menyebut sebagai PEMUNGUT CUKAI di pelabuhan Kapernaum. Markus memanggilnya LEWI anak Alfeus. Lukas memanggilnya LEWI. Dalam bahasa Ibrani kuno (Aram) – Anugerah Yahwe.Sebagai pemungut cukai, berarti Matius adalah orang penting, berpendidikan, pintar berhitung, bias berbahasa Aram dan Yunani. Ia meninggal di Etiopia sebagai Martir. 

Pilihan Yesus atas diri Matius untuk menjadi rasul adalah sebuah teka-teki pada zamanya. Pada abad pertama di Israel, para pemungut cukai tidak memiliki status dalam masyarakat Yahudi. Mereka dihina karena mereka bekerja untuk kekaisaran Roma.

Di sisi lain pilihan Matius atas diri Yesus juga sama penuh teka-tekinya. Perubahan dirinya yang secara mendadak, dari seorang pemungut cukai yang tidak patut dipercaya menjadi seorang murid yang penuh gairah tentunya mengejutkan setiap orang yang mengenalnya. Mengapa dia mau melepaskan pekerjaannya demi mengikuti seorang tukang kayu dari Nazaret yang menjadi seorang rabi? 

Keputusan Matius untuk meninggalkan segalanya memberikan petunjuk kepada kita mengapa Yesus memanggil dirinya. Yesus memandang ke dalam hati Matius dan melihat di hati itu adanya rasa haus dan lapar akan Allah. Ketika Matius memilih mengikuti Yesus, berarti ia harus meninggalkan pilihan yang lain, termasuk jaminan harta dan kekayaannya, juga keluarganya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Simon dan Yudas Tadeus, teladan iman

Gereja San Martino, Francis (doc.6/6/14) Hari ini kita merayakan Pesta St. Simon dan Yudas; dua rasul yang kita hanya sedikit tahu atau sedikit mengenal mereka. Simon kita kenal sebagi keturunan Zelot, yang bersemangat. Yudas disebut juga Tadeus berarti murah hati. Kita yakin bahwa kehadiran mereka dalam dinamika dengan rasul-rasul lainnya dan dengan Yesus Sang Guru tentu lebih dari apa yang kita alami. Dalam bacaan Ijil hari ini (Lukas 6,12-19), Yesus memilih kedua rasul ini jelas atas nama tindakan Allah. Yesus memilih mereka dari orang-orang biasa, orang-orang yang tidak memiliki pendidikan khusus, untuk tugas yang luar biasa. Dan bacaan Injil yang telah kita baca dan dengarkan baru saja mengajar banyak hal kepada kita. Setidaknya ada tiga hal yang dapat kita garis bawahi dari pewartaan Yesus: Pertama, doa. Bagi Yesus doa menjadi saat yang amat penting. Maka tak mengherankan bila ia memilih tempat yang istimewa: mendaki sebuah bukit, sebuah situasi yang sungguh spesial di mana I...