Langsung ke konten utama

Berdoa dan Bekerja

Team Sepak Bola Seminari sedang berdoa sebelum bermain
"Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu, Tuhan! Tuhan!, akan masuk Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Allah" (Mat 7:21).

BERDOA dan BEKERJA dengan tulus, itulah yang diteladankan oleh Beato Dionisius dan Redemtus (biarawan dan martir), kedua tokoh iman yang kita peringati hari ini. Keduanya berasal dari dinas militer Portugis sebelum mereka memutuskan untuk menjadi pelayan Tuhan. Pilihan hidup Dionisius menjadi seorang imam dan Redemtus menjadi seorang burder merupakan suatu jawaban mereka atas Tuhan yang mengundang untuk melaksanakan kehendakNya. Keduanya adalah misionaris yang menjadi martir di Indonesia, tepatnya disiksa dan dibunuh di Aceh.

Nabi Yesaya berseru kepada Tuhan: "Engkau menjaga orang yang teguh hatinya dengan damai sejahtera, sebab ia percaya kepadaMu". Tuhan Yang Mahabelaskasih, murah hati, peduli pada setiap seruan umat-Nya juga meminta sikap agar tak sekadar berseru dengan bibir dan pikiran tetapi juga dengan hati; tak hanya membaca, mendengar, merenungkan sabda Tuhan, tetapi terutama mengamini dan melaksanakannya dalam hidup ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Simon dan Yudas Tadeus, teladan iman

Gereja San Martino, Francis (doc.6/6/14) Hari ini kita merayakan Pesta St. Simon dan Yudas; dua rasul yang kita hanya sedikit tahu atau sedikit mengenal mereka. Simon kita kenal sebagi keturunan Zelot, yang bersemangat. Yudas disebut juga Tadeus berarti murah hati. Kita yakin bahwa kehadiran mereka dalam dinamika dengan rasul-rasul lainnya dan dengan Yesus Sang Guru tentu lebih dari apa yang kita alami. Dalam bacaan Ijil hari ini (Lukas 6,12-19), Yesus memilih kedua rasul ini jelas atas nama tindakan Allah. Yesus memilih mereka dari orang-orang biasa, orang-orang yang tidak memiliki pendidikan khusus, untuk tugas yang luar biasa. Dan bacaan Injil yang telah kita baca dan dengarkan baru saja mengajar banyak hal kepada kita. Setidaknya ada tiga hal yang dapat kita garis bawahi dari pewartaan Yesus: Pertama, doa. Bagi Yesus doa menjadi saat yang amat penting. Maka tak mengherankan bila ia memilih tempat yang istimewa: mendaki sebuah bukit, sebuah situasi yang sungguh spesial di mana I...