Langsung ke konten utama

Berdoa berarti datang kepada Tuhan dengan segala pengharapan

Rm. Y. Kurkowski SCJ sedang berdoa di Gereja St. Alfonsus, Roma (Sept 2013)
Lukas 11,5-13

Kita tahu bahwa Yesus adalah seorang pendoa. Sebelum dibabtis oleh Yohanes, Yesus berdoa. Sebelum Ia menetapkan 12 muridnya sebagai Rasul, Ia juga berdoa semalaman. Ia juga mengajak para muridNya, seperti Petrus, Yakubus dan Yohanes untuk pergi berdoa. Yesus hendak membiarkan kekuatan ilahi menyertai setiap saat hidupnya. Dan penting diketahui bahwa sebelum Ia mengajar murid-muridnya berdoa, Yesus sendiri selalu berdoa terlebih dahulu.

Pengajaran Yesus tentang doa kepada para muridNya, mau menekankan kepada kita tentang dua hal mendasar di dalam doa, yaitu: apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita yakini.

Pertama, Apa yang harus kita lakukan? Kita tahu bahwa Yesus menggunakan tiga kata kerja untuk mendorong para murid berdoa kepada Allah BapaNya. Minta, cari dan ketok! Mintalah! Ketika kita meminta kepada Bapa, berarti kita mengakui bahwa Allah Bapa adalah sumber segala berkat yang kita butuhkan. Carilah! Sebuah perintah untuk mencari kehendak Allah. Allah tahu yang terbaik untuk hidup kita, Allah mengenali isi hati kita, tetapi, terkadang kita tidak sadar dan bahkan tidak tahu menahu apa yang Bapa ingin kerjakan melalui dan di dalam anak-anak-Nya. Ketoklah! Ada pintu yang menjadi gerbang bagi kita dan acapkali tidak bisa kita buka sendiri karena keterbatasan kita. Dan hanya Allah yang dapat membukakannya bagi kita (ay 9-10).

Sekali lagi hal pertama yang amat mendasar adalah: apa yang harus kita lakukan atau apa yang harus kita buat dalam doa. Dalam realitas hidup kita bersama orang lain, berbuat sesuatu untuk orang yang membutuhkan adalah sesuatu yang selayaknya spontan terjadi dalam dinamika kehidupan sosial kita.

Kedua, Apa yang harus kita yakini? Dengan meminta, mencari dan mengetok, kita diajak untuk tidak ragu datang kepada Bapa kita, ketika membutuhkan pertolongan. Datanglah dengan kesungguhan hati dan kesadaran bahwa tanpa Tuhan, kita bukan siapa-siapa. Oleh karena itu, kita harus yakin bahwa Allah adalah Bapa yang Maha Baik. Keberanian dan kesungguhan kita datang kepadaNya adalah karena Ia adalah Bapa yang baik. Ia tidak mungkin merencanakan sesuatu yang buruk untuk anak-Nya. Karena itu jangan datang kepada Tuhan dengan prasangka dan tuduhan yang buruk terhadap Tuhan, melainkan datanglah dengan pengharapan (ay 11-12).

Berdoa berarti datang kepada Tuhan dengan segala pengharapan. Pertama-tama dalam doamu biarlah kekuatan ilahi menyertai setiap saat hidupmu. Dan akhirnya, jika Anda dan juga saya ingin menjadi pendoa, marilah kita selalu belajar dari Sang Guru kita, yakni Yesus. Dan saat ini juga seusai membaca renungan ini ambilah waktu untuk berdoa.

Tuhan akan menyertai niat baik Anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merindukan Roti Surgawi

Hari ini kita merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, dan kita memasuki hari yang ke 5, Novena Hati Kudus Yesus. Mari kita mendengarkan dan merenungkan Injil Tuhan menurut St. Yohanes 6:51-58 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan ...

Menjadi gembala bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain

Yohanes 10:27-30 Hari ini adalah HARI MINGGU PASKAH IV, Gereja mendedikasikannya sebagai hari Minggu Panggilan. Suatu hari Minggu yang menandai adanya gerakan doa bersama, bersyukur dan memohon kepada Allah: Panggilan Imam, Bruder dan Suster untuk menjadi pekerja di kebun Anggur Tuhan. Kita ingat bahwa Paus Paulus VI menyatakan bahwa panggilan itu sendiri berhubungan langsung dengan kehidupan seluruh umat beriman, katanya: ”di mana dapat ditemukan banyak panggilan imam dan hidup bakti, di sana terdapat banyak orang yang menghayati injil dengan tulus.” Panggilan yang subur di suatu tempat menjadi indicator dinamika kehidupan iman, harapan dan kasih dari setiap umat di tempat itu, baik itu sebagai lingkungan, wilayah, paroki maupun keuskupan, dan sekaligus menjadi bukti kesehatan moral dari keluarga-keluarga Kristen. Hari ini, melalui Injil Yohanes 10:27-30, Yesus berbicara tentang Gembala yang baik. Ide tentang Gembala yang baik, rasanya masih faktual di zaman ini, meski terkesan musta...

Yohanes menarik simpati masa karena Yesus yang diimani

Baru saja aku membaca perikopa Injil Yohanes 1:29-34 untuk besok pagi. Sejenak aku pun mengambil waktu untuk membacanya kembali ayat demi ayat dan setelah itu merenungkannya. weekend Salesian, Mei 2014 Tiba-tiba aku sampai kepada kesadaran bahwa aku pernah menceritakan tentang kehebatan sesuatu bahkan tentang diriku sendiri dengan rasa amat bangga kepada orang lain. Mungkin orang yang mendengarku kagum, tetapi mungkin juga sebaliknya: muak atau jengkel. Heeee maaf yaa sahabatku atas keangkuhanku, atas kesombonganku. Perikopa yang kubaca mengajakku untuk mengakui bahwa Yohanes sungguh luar biasa. Dia menarik simpati rakyat dan banyak orang mengikuti gerakan barunya mempersiapkan kedatangan Mesias. Hidupnya menyampaikan pesan yang menarik. Dia mendirikan komunitas baru: komunitas yang menantikan zaman baru, pun bisa dipahami oleh orang-orang Yahudi saat itu. Prinsipnya tegas - Dia selalu menunjuk pada sesuatu yang lebih besar daripada dirinya dan tidak pernah mengambil kesempata...