Langsung ke konten utama

Postingan

Teladan Keluarga Kita

Pesta Keluarga Kudus ini menjadi momen yang tepat bagi suami dan isteri merenungkan kembali komitmen yang telah mereka ikrarkan, saling menghormati, saling mencintai dan setia dalam untung dan malang. Baik suami maupun isteri harus mengutamakan dialog dan mau memperbaharui komitmen demi keutuhan keluarga. di halaman basilika S. Fransiskus Asisi, Juli 2013 Maria dan Yosef memberikan teladan yang setia melaksanakan komitmen di antara mereka, komitmen untuk memelihara Yesus, secara khusus komitmen untuk melaksanakan kehendak Allah. Komitmen-komitmen itutampak ketika mereka harus menyingkir ke Mesir untuk menyelamatkan Yesus. Dalam Matius 2:13 dikatakan, “Nampaklah malaikat Tuhan kepada Yosef dalam mimpi dan berkata, bangunlah dan bawalah anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari dan membunuh anak itu.” Betapa tidak ringannya situasi yang dialami oleh Maria dan Yosef. Namun Mereka melaksanakan tugas itu de...

Stefanus, ”Tuhan Yesus, terimalah rohku”

Pesta St. Stefanus, Mrt. Pertama Kis. 6:8–10; 7:54–59; Mat. 10:17–22 Ketika Gereja dilanda dengan bertubi-tubi masalah, cemoohan, penghakiman dan bahkan pengusiran, serasa juga bertubi-tubi pula keluhan, mungkin juga ketakutan dan apatisisme: betapa berat menjadi pengikut Yesus. Dibutuhkan kekuatan untuk menghadapinya dan sanggup menanggung serta menerima konsekuensi oleh karena imanku kepadaNya. pondasi rumah St. Stefanus adalah martir gereja pertama yang patut kita teladani karena sikap imannya yang begitu kokoh, dan keberaniannya yang luar biasa meskipun harus menaggung derita dan kematian. Tuhan mengerjakan banyak mukjizat melalui tangan Stefanus dan menghantar banyak orang menjadi pengikut Kristus. Tetapi, para anggota Mahkamah Agama (yang memusuhi Gereja), sangat merasa berang dan geram, lalu bersekongkol untuk menghabisi Stefanus. Stefanus dituduh menghujat Allah. Tanpa rasa takut pun Stefanus menghadapi dan tuduhan-tuduhan palsu terhadapnya, meski akhirnya diseret keluar...

Memulai, Memelihara dan Membesarkan

Matius (Mat 1:18-24)  Sabda Tuhan menampilkan sebuah tradisi mengenai kelahiran Yesus dari sudut pandang Yusuf. Bagi umat Matius dan umat awal, kelahiran Yesus itu jelas bukan kejadian yang biasa. Yesus dikandung dari Roh Kudus tetapi dilahirkan secara manusiawi oleh Maria dan dibesarkan oleh Yusuf.  Letak tidak biasa-nya : …. kata-kata malaikat dalam mimpi Yusuf. ... juga ditambahkan, semua yang dikatakan malaikat itu menggenapkan nubuat nabi Yesaya 7:14 (Yes 7:10-14), bahwa seorang anak dara akan melahirkan anak lelaki yang dikenal dengan nama Imanuel, yang artinya "Tuhan menyertai kita". Kelahiran sang "Imanuel" - "Allah menyertai kita"..... Allah tidak lagi membiarkan manusia sendirian. Dan mulai saat itu kehadiran "Imanuel" memang menyertai manusia sepanjang zaman. Paulus dselalu menutup surat atau perjumpaannya dengan jemaat Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan kita Yesus Kristus (Rm 1:1-...

Untuk Apakah Kamu Pergi?

Lukas 7:24-26 Itulah pertanyaan Yesus secara berulang-ulang sampai tiga kali kepada orang banyak tentang Yohanes. Yesus mengajak orang banyak untuk mempertegas tujuan mereka atas penyelamat yang dirindukan. Bagi kita, pertanyaan itu kiranya juga sangat relefan. "Untuk apakah kita pergi kepada Tuhan?" Sebagian besar dari kita tentu hendak mencari jawaban-jawaban menurut situasi hidup masing-masing: untuk mencari damai, ketenangan, kesembuhan, rejeki, jodoh dst..... Setiap orang mempunyai harapan bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi dirinya. Bahkan ada yang mengharapkan lebih. Demikian pun orang banyak ketika mereka menyambut Yohanes Pembaptis. Tetapi ketika melihat kenyataan bahwa yang diinginkan tidak sesuai dengan yang dipikirkan, maka sirnalah harapan itu. Hal itu tampak ketika Yohanes Pembaptis tampil dengan pakaian yang hanya terbuat dari kulit binatang, rumahnya di hutan pula dan makanannya ngengat madu, mulailah sirna harapan orang banyak itu. Oleh sebab i...

Bukan hanya PERCAYA

Dewasa ini, tak sedikit orang yang PERCAYA kepada Yesus, pada sabda, pengajaran dan karya-Nya. Namun apakah mereka MENGIMANI pribadi dan sabda, pengajaran dan karya-karyaNya? Tak jarang orang yang mengikuti Yesus masih dengan penuh perhitungan (untung rugi, nyaman dan tidak nyaman). Oleh sebab itu, mari....kita belajar dari kedua orang buta dalam bacaan Injil hari ini (Mat 9:27-31). Betapa besar kerinduan hati dua orang buta dalam injil hari ini. Kerinduan itu tampak dalam keterbukaan dan kepercayaan mereka pada Yesus saat berseru minta bantuan. Mereka mau mengikuti Yesus hingga ke rumah tempat Yesus singgah. Kesediaan mau ditolong oleh Yesus itu sungguh-sungguh tampak dalam diri mereka. MENGIMANI Yesus berarti mengikuti Yesus tanpa perhitungan apa pun lagi. Seperti kedua orang buta itu, membiarkan Yesus bekerja dalam diri mereka sepenuhnya tanpa ragu, sehingga mata mereka menjadi melek (terbuka). Dinamika beriman selanjutnya tampak dalam keputusan atau pilihan sikap dan tindakan me...

Berdoa dan Bekerja

Team Sepak Bola Seminari sedang berdoa sebelum bermain "Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu, Tuhan! Tuhan!, akan masuk Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Allah" (Mat 7:21). BERDOA dan BEKERJA dengan tulus, itulah yang diteladankan oleh Beato Dionisius dan Redemtus (biarawan dan martir), kedua tokoh iman yang kita peringati hari ini. Keduanya berasal dari dinas militer Portugis sebelum mereka memutuskan untuk menjadi pelayan Tuhan. Pilihan hidup Dionisius menjadi seorang imam dan Redemtus menjadi seorang burder merupakan suatu jawaban mereka atas Tuhan yang mengundang untuk melaksanakan kehendakNya. Keduanya adalah misionaris yang menjadi martir di Indonesia, tepatnya disiksa dan dibunuh di Aceh. Nabi Yesaya berseru kepada Tuhan: "Engkau menjaga orang yang teguh hatinya dengan damai sejahtera, sebab ia percaya kepadaMu". Tuhan Yang Mahabelaskasih, murah hati, peduli pada setiap seruan umat-Nya juga meminta sikap agar tak sekadar berseru d...

Dia yang Tergantung

Di salah satu gereja di Eropa Utara, ada sebuah patung Yesus Kristus yang disalib, ukurannya tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya. Biasanya orang berbondong-bondong datang secara khusus kesana untuk berdoa, berlutut dan menyembah, hampir dapat dikatakan halaman gereja penuh sesak seperti pasar. Di dalam gereja itu ada seorang penjaga pintu, melihat Yesus yang setiap hari berada di atas kayu salib, harus menghadapi begitu banyak permintaan orang, ia pun merasa iba dan di dalam hati ia berharap bisa ikut memikul beban penderitaan Yesus Kristus. Pada suatu hari, sang penjaga pintu pun berdoa menyatakan harapannya itu kepada Yesus. Di luar dugaan, ia mendengar sebuah suara yang mengatakan, "Baiklah! Aku akan turun menggantikan kamu sebagai penjaga pintu, dan kamu yang naik di atas salib itu, namun apapun yang kau dengar, janganlah mengucapkan sepatah kata pun." Lalu, Yesus turun, dan penjaga itu naik ke atas, menjulurkan sepasang lengannya seperti Yesus yang dipaku d...